Tampilkan postingan dengan label baja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 November 2010

Tabel Baja WF Gunung Garuda

Wide Flange Shape - According JIS G3192

Standard Sectional Dimension Section
Informative Reference
Area Unit Geometrical Radius Of Modulus Of
Nominal H x B t1 t2 r A Weight Moment Of Inertia Gyration Of Area Section
Dimensional mm mm mm mm mm cm2 kg/m lx cm4 ly cm4 ix cm iy cm Zx cm3 Zy cm3
150 x 75 150 x 75 5 7 8 17.85 14.00 666 50 6.11 1.66 8.88 13.20
150 x 100 150 x 100 6 9 11 26.84 21.10 1,020 151 6.17 2.37 138.00 30.10
150 x 150 150 x 150 7 10 11 40.14 31.50 1,640 563 6.39 3.75 219.00 75.10
175 x 175 150 x 75 7.5 11 12 51.21 40.20 2,880 984 7.50 4.38 330.00 112.00
200 x 100 198 x 99 4.5 7 11 23.18 18.20 1,580 114 8.26 2.21 160.00 23.00
200 x 100 5.5 8 11 27.16 21.30 1,840 134 8.24 2.22 184.00 26.80
200 x 150 194 x 150 6 9 12 38.80 30.60 2,675 507 8.30 3.60 275.80 67.60
200 x 200 200 x 200 8 12 13 63.53 49.90 4,720 1,600 8.62 5.02 472.00 160.00
250 x 125 248 x 124 5 8 12 32.68 25.70 3,540 255 10.40 2.79 285.00 41.10
250 x 125 6 9 12 37.66 29.60 4,050 294 10.40 2.79 324.00 47.00
300 x 150 298 x 149 5.5 8 13 40.80 32.00 6,320 442 12.40 3.29 424.00 59.30
300 x 150 6.5 9 13 46.78 36.70 7,210 508 12.40 3.29 481.00 67.70
300 x 300 300 x 300 10 15 18 119.80 94.00 20,400 6,750 13.10 7.51 1,360.00 450.00
350 x 175 346 x 174 6 9 14 52.68 41.40 11,100 792 14.50 3.88 641.00 91.00
350 x 175 7 11 14 63.14 49.60 13,600 984 14.70 3.95 775.00 112.00
350 x 350 350 x 350 12 19 20 173.90 137.00 40,300 13,600 15.20 8.84 2,300.00 776.00
400 x 200 396 x 199 7 11 16 72.16 56.60 20,000 1,450 16.70 4.48 1,010.00 145.00
400 x 200 8 13 16 84.10 66.00 23,700 1,740 16.80 4.54 1,190.00 174.00
400 x 400 400 x 400 13 21 22 218.70 172.00 66,600 22,400 17.50 10.10 3,300.00 1,120.00
450 x 200 450 x 200 9 14 18 96.80 76.00 33,500 1,870 18.60 4.40 1,490.00 187.00
500 x 200 500 x 200 10 16 20 114.20 89.60 47,800 12,140 20.50 4.33 1,910.00 214.00
600 x 200 600 x 200 11 17 22 134.40 106.00 77,600 2,280 24.00 4.12 2,590.00 228.00

Tabel Baja honey Comb Gunung Garuda

prod-gg-08







Sectional Index Weight Depth of Section Width of Thickness Corner Depth of
Castellated
Depth of
Castellated
Depth
Between
Section Area
Original Castellated Original Castellated Section Web Flange Radius Hole Tee Flanges Max Min



H DC B t1 t2 r Ds Dtee Dbflange Gross Net
mm mm Kg/m mm mm mm mm mm mm mm mm mm cm2 cm2
100 x 100 150 x 100 17.2 100 150 100 7 8 10 105 22.5 134 24.9 18.57
150 x 75 225 x 75 14 150 225 75 5 7 8 154 35.5 211 21.7 13.85
150 x 150 225 x 150 31.5 150 225 150 7 10 11 154 35.5 205 45.39 34.54
200 x 100 300 x 100 21.3 200 300 100 5.5 8 11 205 47.5 284 32.77 21.37
297 x 99 18.2 198 297 99 4.5 7 11 202 47.5 283 27.74 18.5
200 x 200 300 x 200 49.9 200 300 200 8 12 13 205 47.5 277 71.53 55.09
250 x 125 375 x 125 29.7 250 375 125 7 9 12 254 70.5 357 45.17 29.87
372 x 124 25.7 248 372 124 5 8 12 253 59.5 357 38.88 27.21
250 x 250 375 x 250 72.4 250 375 250 9 14 17 254 70.5 347 103.43 80.48
300 x 150 450 x 150 37.7 300 450 150 7.5 9 13 305 72.5 432 57.53 37.77
447 x 149 32 298 447 149 5.5 8 13 302 72.5 431 49 32.33
300 x 300 450 x 300 94 300 450 300 10 15 18 305 72.5 420 134.8 104.25
350 x 175 525 x 175 49.7 350 525 175 7 11 14 354 85.5 503 75.39 50.54
519 x 174 41.4 347 519 174 7 9 14 350 84.5 501 73.07 42
350 x 350 525 x 350 137 350 525 350 12 19 20 354 85.5 487 194.9 152.3
400 x 200 700 x 200 77 400 700 200 8 13 17 405 97.5 574 100.12 77.78
594 x 199 57.7 397 594 199 7 11 17 401 97.5 572 87.02 57.92
450 x 200 775 x 200 77 450 775 200 9 14 18 454 110.5 747 117.01 77.07
500 x 200 750 x 200 89.7 500 750 200 10 17 20 505 122.5 718 139.2 88.75
700 x 200 900 x 200 107 700 900 200 11 17 22 705 147.5 877 177.4 100.8

Rabu, 24 November 2010

Rumah Prefabrikasi - Rumah Instan

PREFAB HOUSE FRAME
Sumber :www.jaindo-mi.co.id

Kondisi Lingkungan & Tuntutan Ruang Hidup Manusia
Kondisi lingkungan alam (global) Hutan Indonesia rusak seluas 3,8 juta hektar setiap tahunnya di tahun 1998 hingga 2000, dan semakin meningkat di tahun berikutnya. Pulau Jawa sejak tahun 1995 telah mengalami defisit air sebanyak 32,3 miliar meter kubik setiap tahunnya. Sejak tahun 1998 hingga 2003, telah lebih dari 650 kejadian bencana di Indonesia yang menewaskan lebih dari 2.500 jiwa dan kerugian materil lebih dari 300 miliar rupiah, dimana 85% diantaranya adalah bencana banjir dan longsor akibat kerusakan lingkungan hidup.

Kepulauan Indonesia mengalami perubahan kondisi lingkungan hidup dan ekosistem yang sangat cepat dan masif. Pola pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pengurasan sumberdaya alam dan mengabaikan faktor kelestarian ekosistem mengakibatkan perubahan bentang alam dalam skala yang tak kalah masifnya. Setiap tahunnya, Indonesia kehilangan 3,8 juta hektar hutan alam akibat penebangan yang merusak, yang dilakukan baik secara legal maupun illegal. Kerusakan lingkungan hidup dan ekosistem mengakibatkan peningkatan kerentanan wilayah-wilayah yang secara natural -dikarenakan kondisi geografis Indonesia seperti tersebut di atas- memang memiliki potensi untuk mengalami bencana. Sejak tahun 1998 hingga pertengahan 2003, tercatat telah terjadi 647 kejadian bencana di Indonesia, dimana 85% dari bencana tersebut merupakan bencana banjir dan longsor.

Pembatasan Penggunaan akibat dari keterbatasan sumber daya alam pada saat ini membuat penggunaan sumber tersebut semakin terbatas, sulit & mahal. Untuk itu sudah saatnya untuk menggali cara atau bahan lain tanpa membebani sumber daya alam yg semakin terbatas ketersediaaanya.

Tuntutan penyediaan terhadap ruang hidup manusia (blacklog). Saat ini saja Indonesia masih membutuhkan 6,5 juta unit rumah untuk rakyatnya. Dengan target untuk membangun rumah rakyat hingga tahun 2009 adalah sebanyak 1.350.000 unit. Namun sementara ini kemampuan untuk membangun hanya 200.000 unit.

Rumah Prefab Sebagai Solusi
Prefabrikasi adalah merupakan teknik baru dalam mengatasi pembangunan rumah dalam jumlah skala yang besar.

Di Amerika & Canada rumah prefab lebih dikenal sebagai manufactured house yang bertumpu pada struktur baja, mengikuti mobile home atau caravan sebagai rumah dinamis yang menjadi pendahulu untuk hampir empat abad lamanya (sebutan lain adalah portable house prefab). Ini juga tidak lepas dari proses produksi manufactured house yang 85% di antaranya harus diselesaikan di dalam pabrik, atau masih dibedakan dengan modular house sebagai rumah prefab. Data tahun 1996, 24% konsumsi rumah baru di Amerika adalah rumah keluaran pabrik ini (3% di antaranya adalah rumah prefab moduler).

Di Eropa dan Jepang, rumah prefab hanya mempunyai satu definisi. Yaitu sebagai rumah dengan modul tertentu dan dibangun layaknya rumah biasa (dari satu lantai sampai low rise house). Bedanya adalah sebagian dari komponennya banyak yang diselesaikan di pabrik. Beberapa kalangan mengelompokkan pendefinisian ini ke dalam dwellhouse prefab dan telah menjadi bagian dari budaya berumah di negara-negara tersebut. Setelah perang dunia kedua, dengan banyaknya proyek rehabilitasi permukiman atau pembangunan massal, rumah prefab banyak menjadi pilihan karena kecepatan pembangunannya dan murah. Kayu banyak digunakan sebagai pilihan utama material bangunan karena sifat fleksibiltiasnya (menyangkut teknologi pada saat itu).

Di Indonesia pembukaan lahan di daerah exploitasi minyak/tambang oleh perusahaan asing seperti Cevron Pacific Indonesia pada tahun 60an, adalah awal dari masuknya rumah prefab ke Indonesia dengan istilah portacamp. Dalam bentuk kontainer utuh, dengan menggunakan helikopter portacamp di angkut ke lokasi pengeboran minyak sebagai kantor atau rumah tinggal bagi para pekerjanya.

Tahun1997 PT. Jaindo Metal Industries dengan integrated application rumah prefab baja ringan, dipercaya membangun proyek Township untuk PT. Newmont Nusa Tenggara yang terdiri atas

  • Rumah, sebanyak 106 unit
  • Barak Penyimpanan, sebanyak 22 unit
  • Apartemen, sebanyak 304 unit
  • Sekolah, sebanyak 2 unit
  • Fasilitas Pendukung, sebanyak 10 jenis

Definisi Umum Rumah Prefab:
Rumah prefab (prefabrikasi) adalah rumah yang komponen-komponennya dibuat dan dirakit atau dipasang di pabrik (off-site) menjadi bagian-bagian perupa panel atau modul. Bagian-bagian (modul/panel) yang telah siap kemudian diangkut ke tempat yang direncanakan. Di lokasi ini bagian-bagian rumah (modul/panel) disusun dan kemudian tinggal melengkapi utilitas dan finishing.

Secara umum dari tempat asalnya (Amerika & Eropa) sistem membangun dengan cara ini adalah bertujuan untuk

  1. Biaya lebih murah
  2. Waktu pekerjaan konstruksi lebih cepat.
  3. Standar kualitas rumah yg lebih baik karena komponennya diproduksi oleh pabrik
  4. Karakteristik material yang memenuhi standar spt
    • mudah didapat
    • ringan
    • perlindungan cuaca & temperatur yg baik
    • mudah diaplikasi
    • tidak merambatkan api
    • tahan gempa
    • dll
Jenis Rumah Prefab
  • Mobile home
    Semua bagian diproduksi atau dibuat tidak di situs konstruksi (lokasi proyek) tapi di pabrik (off-site), dalam bentuk jadi (utuh) kemudian pindahkan atau dikirim ke lokasi proyek.
  • Kit-home
    Seluruh komponen diproduksi & dikemas di pabrik (off-site), kemudian komponen dirangkai atau di rakit di lokasi proyek (on-site)
  • Modular home
    Komponen hingga menjadi panel atau juga modul (standar) produksi di pabrik, kemudian modul-modul digabung menjadi rumah di lokasi proyek (on-site)

Material yang Umum Digunakan Rumah Prefab
Mulai dari kayu, hingga saat ini material bangunan untuk rumah prefab sudah sangat beragam, seperti beton pracetak (precast concrete), baja ringan (light gauge-steel), kayu lapis (timber framed) dan beragam materi mutakhir lainnya.

Rumah Prefab J-Steel
Rumah dengan bahan rangka baja ringan yang komponennya dibuat & dirakit di pabrik hingga menjadi bagian rumah yg berbentuk panel atau modul. Kemudian modul tersebut di kirim ke lokasi proyek untuk selanjutnya dirangkai bagian-bagiannya menjadi rumah

Merupakan integrasi dari semua sistem struktur yang diproduksi PT. Jaindo Metal Industries.

Sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan akan rumah yang kian hari semakin meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk Indonesia. Merupakan revolusi dalam pengadaan rumah

Bahan Konstruksi Rumah Prefab J-Steel
Baja Ringan, istilah yang selama ini digunakan untuk mendefinisikan profil baja tipis yang biasa digunakan untuk rangka atap, rangka plafon, bahkan juga rangka bangunan. Istilah baja ringan diambil karena ringannya produk yang dipasangkan jika dibandingkan dengan baja konvesional yang selama ini dikonotasikan lebih berat.

Definisi yang tepat dalam istilah bahasa asing adalah "Light Gauge Steel Frame" yang dapat diartikan sebagai Rangka Baja yang menggunakan Pelat Baja Tipis. Pelat Baja tipis berupa lembaran baja yang berasal dari gulungan baja yang disebut Coil.

Material gulungan pelat baja atau coil yang sebelumnya dipotong untuk memenuhi lebar material yang diinginkan. Secara definisi ketebalan dasar baja ringan adalah di bawah 6 mm.

Untuk penggunaan umumnya menggunakan ketebalan di bawah 1.5 mm. Pemakaian material disesuaikan dengan kebutuhannya dalam menahan beban-beban yang bekerja serta tingkat kompetitifnya dengan tidak melupakan aspek kekuatan dan kekakuan.

Keunggulan Rumah Prefab J-Steel
  • Ramah lingkungan, untuk mendirikan rumah prefab tidak perlu banyak menggali lahan untuk pondasi.
  • Tahan gempa
  • Tidak memerlukan banyak tenaga kerja.
  • Proses konstruksi tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca
  • Waktu pekerjaan konstruksi dilapangan lebih cepat
  • Presisi dalam ukuran (dimensi)
  • Tidak ada bahan yang terbuang
  • Bangunan tidak merambatkan api
  • Tahan terhadap iklim tropis
  • Ringan
  • Dapat didaur ulang
  • Karena di produksi dengan fabrikasi, diharapkan harganya menjadi lebih ekonomis.