Tampilkan postingan dengan label Tips Renovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Renovasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

Tips Pengecatan

Finishing cat pada sebuah hunian jamak digunakan hampir pada setiap type, model, aliran bentuk rumah. Tak Peduli apakah itu Tradisional atau modern, minimalis, mediterania, classic atau apapun.
Namun masih banyak pelaku bangunan yang tidak mengenal material cat secara benar. Hal ini terlihat dari banyaknya tampilan cat (khususnya exterior) yang jauh dari sempurna. Ada yang terlihat bercak2, ada yang terlihat luntur, banyak yang warnanya pudar dan lain sebagainya.
Bicara cat tidaklah lepas dari media yang akan dicat. Ada dinding tembok, kayu, besi dll tentu semua beda perlakuan dan beda jenis catnya.
Dalam kesempatan ini coba kita batasi pembicaraan pada pengecatan exterior dinding tembok (plester). Pada dasarnya cat akan bagus diaplikasikan pada dinding yang ber pH netral dengan kadar air 17% maximal. nah, pada proses pembangunan sebuah rumah coba kita perhatikan kapan cat diaplikasikan pada sebuah dinding. Mungkin karena buru2 mau cepat selesai cat diaplikasikan pada dinding yang dianggap sudah kering. kenapa saya mengatakan dianggap? karena jarang ada yang benar benar mengecek tingkat kelembaban dinding tersebut. Tingkat kelembaban dinding mestinya harus diukur dengan alat yang namanya Protimeter. Dengan alat ini kelembaban dinding akan dapat dilihat dengan pasti. Sehingga tuingkat kelembaban pada saat pengecatan menjadi lebih terkontrol.
Selain tingkat kelembaban kita mesti ingat bahwa material dinding adalah material yang dibentuk dari proses kimiawi. Kimiawi? ya kimiawi. Semen merupakan bahan kimia. Karena prosesnya kimiawi maka akan ada perubahan sifat dan jenis material. ini yang harus kita cermati. Apabila cat diaplikasikan pada benda yang masih mengalami proses kimiawi maka proses tersebut juga akan berpengaruh pada materi cat yang diaplikasikan itu. Jadi kapan proses kimiawi dinding akan selesai? kurang lebih 28 hari..... lama ya? emang sabar menanti dinding 28 hari baru dicat? apa mau dikata , itu proses yang benar jika menginginkan hasil yang baik.

Secara detail Tips Pengecatan Permukaan Tembok dapat dipaparkan sebagai berikut :

A. Persiapan

Hasil pengecatan sangat tergantung dari persiapan permukaan yang akan dicat. Persiapan yang benar akan membuat pekerjaan pengecatan lebih cepat dan mudah, memberikan hasil akhir yang terbaik dan lapisan catnya lebih tahan lama.

1. Permukaan Tembok baru.

- Reaksi pengerasan (curing) semen pada plesteran/ beton harus sudah sempurna, minimal harus ditunggu 28 hari.

- Periksa kelembaban tembok.
Gunakan alat protimeter, yaitu alat pengukur kadar air. Kadar air harus sudah dibawah 18%.

- Periksa Kadar alkali tembok.
Gunakan kertas lakmus untuk mengukur pH (derajat keasaman alkali). Kadar alkali harus menunjukkan pH +/- 8. Kalau lebih dari pH *, berarti semen belum sempurna dan tembok belum layak dicat. Kalau kadar air sudah rendah, tapi kadar alkali masih tinggi, berati masih ada semen bebas yang belum bereaksi karena kekurangan air. Basahkan permukaan tembok dengan air bersih.

- Bila semua persyaratan diatas sudah terpenuhi bersihkan permukaan dari bekas percikan semen, efflorescene (pengkristalan garam), pengapuran, debu, kotoran, minyak dll.

- Gosok permukaan tembok dengan kertas amplas kasar atau sikat sambil permukaan tembok dibasahi dengan air bersih. Kemudian keringkan dengan lap bersih.

- Cuci permukaan tembok dengan larutan asam chlorida (HCL) 10 - 15% untuk menetralkan alkali yang masih ada dan juga mengetching permukaan tembok agak lebih kasar sehingga daya lekatnya lebih baik.

- Bila permukaan tembok tembok berlumut atau berjamur, cuci dengan larutan kaporit 10 - 15%

2. Permukaan yang pernah dicat.

- Bila daya lekat cat lama masih baik, cuci permukaan dengan air bersih sambil di gosok dengan kertas amplas / sikat. Bila perlu cuci dengan larutan detergent, kemudian dibilas dengan air bersih.

- Bila terjadi pengapuran , amplas atau bersihkan debu-debu pengapuran dengan lap yang dibasahi air sampai kelapisan cat yang tidak mengapur.

- Bila lapisan cat lama sudah tebal atau terkelupas, kerok seluruhnya sampai ke dasar tembok.

- Bila lapisan cat lama berasal dari cat kualitas rendah dimana mudah larut dengan air, sebaiknya dikerok seluruhnya sampai kedasar tembok.


B. Pembersihan Cat Dasar

1. Cat Dasar untuk tembok dibagi dua :

- Cat dasar berupa varnish dasar air yaitu cat tanpa pigmen dengan dasar emulsi acrylic 100%. Cat dasar ini bisanya disebut Wall Sealler Water Base. Mowilex memproduksi 2 jenis yaitu Wall Sealler yang standart dan Water Proofing Wall Sealer untuk permukaan tembok yang ada masalah kelembaban.
Wall Sealler sangat baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut untuk mengisi celah-celahnya dan untuk menguatkan lapisan cat lama yang mulai mengapur.

- Cat dasar yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar emulsi acrylic 100% dan mempunyai daya tahan alkali yang tinggi, daya lekatserta daya isi yang baik serta bahan anti jamur cukup tinggi. Cat dasar ini disebut Alkali Resisting Primer atau Undercoat Tembok.

2. Cara Pemakaian.

- Encerkan cat sesuai dengan petunjuk pabrik, jangan berlebihan, karena dapat menghilangkan fungsi cat dasar.

- Beri 1 atau 2 lapis cat dasar.

- Khususnya untuk Water Proofing Sealer antara setiap lapis harus dibiarkan selama 1 hari.


C. Pemberian Cat Akhir

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk pengecatan akhir :

- Persiapan permukaan harus telah sempurna.

- bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alat-alat rumah tangga seperti kursi, meja, lantai sudah ditutup plastik atau kertas koran.

- Siapkan alat-alat pengecatan yang dibutuhkan, seperti kuas, roller, ember, pengaduk, tangga, dll.

- Tukang cat yang berpengalaman.

- Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan ketentuan pabrik. catat nomor batch (lot) nya.

- Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai dengan ketentuan pabrik.

- Selang waktu antara setiap lapis harus cukup lama.
Secara teoritis adalah 2-4 jam, tetapi sebaiknya minimal 8 jam atau semalam.

- Ventilasi ruangan harus sebaik mungkin dan kalau dapat pengecatan dilakukan waktu cuaca terang dan kering.

- Pengecatan cat jangan langsung didalam kalengnya, kecuali kalau dapat habis pada saat itu juga. Tutup rapat-rapat kaleng yang masih ada sisa catnya untuk menghindari pembusukan.

Tambahan Tips

- Usahakan jangan terlalu banyak cat yang menempel di roll.

- Gulung roll yang baru dicelup cat beberapa kali pada papan triplek yang diletakkan diatas ember cat.

- Roll tipis-tipis pada permukaan tembok, usahakan dilakukan penggilingan ( meroll secara berulang-ulang) dan membuat tarikan roll selebar mungkin.

- lapisan cat yang tipis namun banyak lapisan lebih baik daripada lapisan yang tebal dengan sedikit lapisan.



Sekian


Sabtu, 15 Januari 2011

Tips Hemat Merenovasi Rumah


Dear Friends...

Mungkin ada beberapa diantara anda yang sedang merencanakan merenovasi rumah. Mungkin ada yang sedang bingung menghitung biaya renovasi. Atau sedang bingung memilih model rumah yang cocok. Atau bahkan bingung akan memakai kontraktor siapa. ya.. saya sering mendengar keluhan-keluhan teman seputar rencana renovasi mereka.

Sobat, renovasi merupakan kegiatan yang cukup makan waktu, tenaga dan biaya yang besar bagi kebanyakan kita. Banyak juga diantara kita yang salah dalam memperhitungkan biaya renovasi. Misalkan direncanakan hanya akan menghabiskan 100 juta ternyata pada saat sudah habis 100 juta bangunan belum selesai, yang mau tidak mau harus diselesaikan yang tentu saja akan menambah biaya. Total akhir ternyata proyek renovasi tersebut menghabiskan 150 juta. nah lu.... tekor 50 juta.

Sobat, dari beberapa pengalaman tersebut ada baiknya kita cermati dari awal rencana renovasi agar kejadian tersebut tidak terjadi pada anda. Ada beberapa point yang perlu dicermati agar biaya renovasi bisa di hemat dan tidak membengkak. Berikut kurang lebihnya akan saya ulas :

1. Pastikan keinginan anda
2. Usahakan agar renovasi seoptimal mungkin menggunakan bangunan yang ada
3. Gunakan konsultan yang handal dan realible
4. Pilihlah kontraktor yang sudah anda kenal baik, dan bisa dipercaya
5. Lakukan tender dengan cermat untuk menekan harga penawaran
6. Gunakan kontrak untuk mengikat kontraktor tersebut supaya berjalan sesuai rencana
7. Jangan melakukan banyak perubahan pada saat proyek berjalan
8. Gunakan "Pengawas" yang dipercaya

Kurang lebih itulah langkah langkah yang harus dilakukan agar renovasi tidak menguras kantong anda erlalu dalam..... paling tidak biaya yang anda keluarkan sesuai dengan prediksi.

1. Pastikan Keinginan Anda

Pernah saya melayani klien yang tidak jelas keinginannya. Pada awalnya hanya ingin mengubah tampak muka, setelah tampak muka selesai direncanakan berubah keinginannya untuk merombak semuanya (interiornya), sudah jadi berubah lagi model yang lain .... dari minimalis modern ujung-ujungnya menjadi etnis tradisional. beda banget bukan?

Itulah gambaran umum klien yang hendak merenovasi rumah. Tidak salah memang... namun saya menyarankan sebaiknya study mengenai selera dilakukan sebelum memanggil konsultan. sebab sedikit banyak hal ini pasti membuang-buang waktu dan dana.

Kesalahan yang fatal banyak dilakukan oleh banyak orang dalam merenovasi rumahnya. Antara lain merubah rencana yang sudah ditetapkan di pertengahan proyek. akibatnya banyak dana, waktu dan tenaga terbuang. Perubahan rencana ini bisa jadi karena rencananya tidak matang atau mereka tidak bisa memvisualisasi gambar desain yang dibuat konsultan. Sehingga pada saat bangunan sudah setengah jadi mereka merasa tidak cocok dengan desain yang sudah dibuat.

Oleh Karena itu kemampuan visualisasi yang beragam harus diantisipasi dengan gambar2 3 demensi dari berbagai sudut. Namun hal ini tentu saja terjadi pembengkakan biaya perencanaan. namun ini lebih baik dar pada merubah ditengah jalan, pembengkakan biayanya lebih besar lagi.

2. Usahakan menggunakan seoptimal mungkin bangunan yang ada

Tergantung anda mau berangkat dari mana, pastikan materi yang ada bisa seoptimal mungkin dibawa serta. Dalam merenovasi sebuah rumah perlu kiranya mendata rumah existing. setiap elemen rumah existing yang dipertahankan bernilai menghemat 2 macam biaya , 1. biaya membongkar dan membuang puingnya. 2. biaya membangun kembali. Ruamit memang merenovasi rumah dengan mempertahankan seoptimal mungkin elemen rumah yang ada. Paling enak ya dibongkar semua dan dibangun kembali. Namun dalam kerangka penghematan upaya ini mau tidak mau harus dilakukan.

Contoh kasus misal anda mempunyai rumah tipe 36/78 dan ingin membangun rumah tingkat menjadi 100/78. anda bisa mulai berhemat pada dinding sampingnya yang tidak perlu dibongkar, genteng dan konstruksi atapnya yang bisa dipakai kembali, kalau kamar masih memungkinkan dipertahankan akan jauh lebih baik, kusen dan pintu juga bisa dipakai ulang.

3. Gunakan konsultan yang realible

Keberadaan konsultan bisa jadi menambah pos biaya bagi anda. Namun yakinlah bahwa pos itu nilainya tak seberapa dibanding nilai penghematan dan waktu anda. Pengalaman dan pengetahuannya membantu anda untuk meminimalisir pemborosan2, bongkar pasang, dll.

Namun kadang memang tidak mudah menemukan konsultan yang baik dan realible. Banyak sekali jasa jasa gambar bangunan murah yang beriklan dipinggir jalan, namun tentu saja kredibilitasnya diragukan. Anda bisa mendapatkan konsultan dari referensi teman anda atau mungkin dari searching di internet. semua terserah anda. namun sebaiknya berangkat dari karya mereka yang anda ketahui baik.

Pengeluaran pada pos konsultan memang hanya sekitar 2-5% total biaya renovasi. Namun seringkali pemilihan konsultan yang tidak tepat justru akan mempengaruhi biaya proyek secara keseluruhan. Pekerjaan bongkar pasang, pekerjaan2 yang belum digambar (gambar tidak lengkap) dll menyebabkan "PERKARA" terutama dengan kontraktor. Karena kontraktor tidak menghitung biaya biaya tersembunyi tersebut. Alhasil kontrak proyek yang tadinya hanya Rp.100 juta misalnya bisa membengkak menjadi 120 juta, padahal biaya konsultan hanya 3 juta misalnya. Konsultan yang ahli biasanya mematok ongkos lebih mahal dari konsultan rata rata, namun biasanya memberikan hasil yang lebih memuaskan seperti komunikasi yang baik, alternatif material yang luas dan penghematan biaya pada ietm item yang tidak perlu.

4. Pilihlah Kontraktor yang sudah anda kenal baik atau dapat dipercaya.

Karena pada umumnya proyek rumah hanya merupakan proyek kecil ( dibawah 1 Milyar) maka kontraktor yang menanganinyapun kebanyakan kontraktor kecil, dimana manajemennya bisa dianggap amatir. hal ini perlu disadari sejak awal.

Dengan manajemen yang ala kadarnya bisa dipastikan akan terjadi gesekan gesekan pada pelaksanaannya nanti. Gesekan yang mungkin terjadi antara lain:

- Perbedaan persepsi gambar yang menyebabkan pembengkakan biaya atau bahkan terhentinya proyek.
- Perbedaan persepsi kontrak, kadang banyak kontraktor yang kurang memahami kontrak sehingga perselisihan akan sangat mungkin terjadi.
- Kontraktor kekurangan modal sehingga proyek tersendat. Kemampuan permodalan kecil kontraktor bukan sesuatu yang aneh. dengan kecilnya modal mereka kemungkinan proyek macet besar.
- Komunikasi yang buruk, hal ini menyebabkan pemborosan dan pemuluran waktu bahkan bisa diakhiri dengan putusnya kontrak.

dan masih banyak lagi kemungkinan yang akan terjadi.

Ada banyak pemilik proyek mempercayakan pekerjaan proyek mereka kepada Mandor / Kepala Tukang. Hal ini terkadang menjadi pilihan yang banyak ditempuh oleh pada pemilik proyek karena ribetnya berurusan dengan kontraktor. Pemakaian kepala tukang/Mandor memang terkadang bisa menjadi solusi, kita tinggal minta kepada mandor untuk pengadaan tukang misalnya 5 orang yang dibayar harian. material kita belikan sendiri, tukang kita suruh kerja berdasarkan gambar yang kita punya. Selesai sih, hasilnyapun kadang bagus, namun disisi lain yang perlu kita cermati adalah kita tidak bisa mengcontrol berapa biaya pastinya dan waktu pastinya. Terkadang kitapun tidak bisa setiap saat mengawasi mereka apakah mereka kerja beneran atau hanya asal dan sekedar ngobrol dan ngrokok2. kita nggak tahu. toh kalaupun ada saudara kita yang ikut mengawasi terkadang sungkan untuk menegur.